Tampilkan postingan dengan label DUNIA PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA PUISI. Tampilkan semua postingan

15 Mei 2009

DO’A UNTUK BIDADARI

Untuk Suami (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.
Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh…

Untuk Istri (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …….

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,sabarlah memperingatkannya. .

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah…..

14 April 2009

Caramu Mencintaiku


mawar

sering kali aku merasa kau tidak mencintaiku
kadang aku merasa tidak berarti bagimu
sering kali kau mengacuhkan aku
dan menghilang berhari-hari tanpa mengabariku

keketusanmu kadang bisa sangat menyebalkan
kegaranganmu terkadang membuatku tak nyaman
kesibukanmu kadang membuatku terabaikan
dan kemisteriusanmu sangat mengesalkan

jadi, aku diam dan berfikir…
apa yang membuatku mencintaimu?

mungkin karena keindahan jiwamu
aku belajar menjadi bijak darimu
atau mungkin karena kebaikan hatimu
karena kau tak ingin menyakiti orang lain

yang pasti, karena caramu tersenyum
caramu tertawa sampai bahumu bergetar
caramu menatapku dengan kelembutan yang dalam
caramu membiarkanku bersandar pada dadamu yang bidang
dan menjaga agar kepalaku tetap diposisi yang nyaman

caramu selalu membiarkanku menang untuk hal-hal kecil
caramu bersikeras menang untuk hal-hal yang lebih besar
caramu memegang tanganku dan membuatku merasa aman
caramu melindungiku dan sabar meredakan aku dalam kemarahan

caramu mengalah tapi lalu membuatku merasa bersalah
caramu berkata tegas dalam kalimat yang lugas
caramu memelukku, membuatku merasa sangat kecil
caramu menciumku, salah satu keajaiban di duniaku…

caramu mencintaiku, itulah yang membuat aku mencintaimu
hal-hal kecil yang kau lakukan, namun sangat berarti bagiku

24 Maret 2009

Hidup akan terus berjalan

kenapa harus menangis selama masih bisa tersenyum?
kenapa harus airmata yang keluar saat sedih mulai menyapa?

Lihatlah keluar,
di sana masih banyak yang lebih susah darimu
lihat mereka,
pikirkanlah, sebelum kamu bersedih
selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan

hidup untuk dijalani, bukan untuk diratapi
sejenak merasa sedih adalah lumrah, tapi jangan berkelanjutan
masih panjang jalan yang harus ditempuh
tidak cukup sampai di sini

ayo bangkitkan semangat, kejarlah impian
berlari seiring berjalannya waktu
pompa terus semangat, kuatkan hati
tetap istiqomah di jalan-Nya

23 Maret 2009

Goresan Kosong

Aku terus menulis…
Goreskan semua rasa dan asa…
Harapkan sebuah kepuasan,
harapkan sebuah makna, tapi tak kutemukan semua…

Lagi-lagi aku hanya menulis sebuah kekosongan,
kosong yang membuat hati tersesak perih…

Aku yang selalu merasa kosong
tak mampu mengungkap rasa
selalu diam menghadapi semua

Terlalu lama kutipu diri…
Tak pernah tahu ke mana harus melangkah,
tapi aku terus saja berjalan
Tak pernah tahu siapa diri ini, apa diri ini,
hanya menutupi dengan topeng sampai aku tak mengenalinya
Apakah ini hidup?
Akankah selalu penuh dengan kepalsuan?

Hidupku selalu penuh dengan tanya
Tanya tentang makna
Tanya tentang cinta
Bahkan tentang diriku yang tak pernah kukenal

Dunia hanyalah tipuan
Tak pernah menemukan sebuah ketenangan sejati
Di tengah ramai ataupun sepi

Satu Nafas Terakhir

Jika semua ini memang harus terjadi
Terjadilah….
Aku bukanlah siapa-siapa dan aku bukanlah segalanya
Kehidupan ini bagiku hanyalah kesia-siaan

Biarkan aku pergi…
Biarkan aku meninggalkan penderitaanku
Aku hanya ingin beristirahat
dan mencari secercah ketenangan

Mungkin langkahku harus terhenti sampai di sini
Karena ku tak tau kemana lagi harus melangkah
Duniaku begitu gelap, tiada terang yang menyinari

Selamat tinggal kehidupanku
Selamat tinggal cintaku
Selamat tinggal harapanku
Selamat tinggal jiwaku
Aku pergi…

‘Maafkan aku Tuhan…’

Hancur

awan…
apa kau tahu?
aku di sini sedang menanti
sebuah jendela yang mungkin akan terbuka
bersama hantaman angin

awan….
maukah kau tahu?
sejenak ku tak tahu
dan terus terpaku dalam ragu
sampai aku benar-benar sadar
dihantam angin

sakit…
tanpa terasa ku mulai menggigit bibirku sendiri
aku kecewa!!!
angin memang berhasil membuka jendela hatinya
tapi tak semudah itu
tak semudah itu untuk menerima
hembusan lembut yang angin berikan untuknya terlalu dingin katanya

apa kau pernah merasa awan??
hancur untuk meredam
tangis untuk tertawa
terlalu berat…
terlalu tragis…
dan aku hanya menangis bersama awan………

Tawanan Hati

Rasa ini kian lama kian mengindah
Membuat segalanya terasa seperti gula
Kehadiranmu membawa sebongkah harapan
Harapan yang s’lalu buatku bermimpi

Apakah kau pangeran yang ada dalam mimpi indahku?
Dan akankah aku menjadi ratu di hatimu?
Ataukah semua itu hanya semu…
Semu yang membayang dalam cermin harapan yang sebenarnya tak bisa tergapai

Yakinkan hatiku bahwa kau hanya milikku
Buatlah diriku slalu menjadi pemujamu
Jangan pernah kau lepaskan aku dan biarkan aku terbang jauh menghinggapi cinta yang lain…
Karena aku…
Adalah tawanan hatimu…

Kabut

Aku bingung maunya hati ini
Sebentar rindu ingin bertemu
Sebentar benci dilanda api cemburu
Yang terbayang hanya raut wajahnya
Yang terbersit hanyalah senyum manisnya
Tertawa bersamanya bagaikan surga
Bertengkar dengannya membuatku sengsara


Tuhan bagaimanakah bisa kuhapus cinta ini

Hilangkan bagai debu tertiup angin

Bila tak dapat kau hapus
Ubah saja rasa di hati ini
Aku hanya ingin menggapnya sebagai kabut
Kabut yang tak terlihat
dan tak berarti untukk

Waktu

waktu membawaku berlari begitu cepat
menarik erat tubuhku,
memaksaku untuk tetap menatap ke depan

masa lalu,
ingin aku menolehnya sebentar saja
sekedar untuk menghilangkan dahaga kerinduanku
akan masa-masa indah
saat aku masih memiliki cinta

saat ini sepertinya aku mati
rasaku hilang entah kemana
duka. .
bahagia. .
apapun namanya, semua bagiku sama
tak ada lagi indah yang dulu selalu membuatku tersenyum

ingin aku mengembalikan semuanya
jika aku mampu,
aku ingin kembali ke masa itu
di mana ada senyum dan tawa
yang menghiasi hari-hariku

dua puluh satu tahun lebih aku menghirup nafas gratis
menikmati apa-apa yang diberikan-Nya padaku
segala kenikmatan yang tak mungkin untuk didustakan
itulah nikmat Tuhan

Saat ini aku ingin rasaku kembali
agar aku merasa hidup lagi
aku ingin hatiku utuh lagi

Jika

Aku tertatih lagi malam ini.
Aku merunduk lagi malam ini.
Lalu tersudut di bilik kesepian.

Andaikan saja dulu kita tak pernah bertemu.
Takkan pernah ada kerinduan menyelimuti jiwaku di bilik ini.
Andaikan saja dulu tak kau sentuh hatiku,
Takkan terisi kekosongan hatiku oleh bayanganmu.

Meski aku keluar dari bilik ini
Aku bagaikan kapas yang tertiup angin…
Melayang jauh hati di padang kesunyian.
Beribu-ribu benang kerinduan tersulam,
tak satupun juga kain sua dibentangkan.
Langkahku payah…
hingga tak mampu kau kupapah..

Itulah aku

Pagiku sirna terhempas di atas bebatuan tajam
Siang yang menjelang tak mampu membuat hangat tubuhku yang kedinginan di dalam peraduan.
Banyak pesan ku kirimkan untukmu, wahai Rajaku seorang.

Itulah Aku
Bukan untuk menghindari etika itu.

Itulah perasanku…
Karena suara hati tak pernah menipu

Itulah isi hatiku…
Karena bicara kadang membuat lidah kelu.

Itulah kerinduanku…
Karena Aku tak mungkin mendapatkan tempat memenuhi hatimu.

Itulah kesahku…
Karena Engkau adalah pilihan hatiku.
Aku takkan berharap banyak darimu untuk memilikimu,
karena cinta tak harus memiliki

Itulah Aku..
Seorang manusia bodoh yang bermimpi menggapai matahari
Terbakar saat menyentuh api kecilnya

Itulah Aku..
Manusia terlemah yang bermimpi terbang ke langit biru
Pecah berkeping terjatuh saat mendekap awannya

Itulah Aku…
Seorang hamba yang merindukan seorang raja berada di sisinya

Itulah Aku…
Yang selalu mencintaimu sepanjang hidupku

Itulah Aku…
Tak akan pernah membencimu meski Kau acuhkan Aku

Itulah Aku…
Tak akan marah meski akhirnya Kau membenciku

Itulah Aku…
Yang ada di ruang hatiku hanyalah ada cinta dan rindu

Jujur Saja

aku ditampar terkapar semua pudar
yang berakar menjadi besar bayangan tergambar
kebencian takkan usai di sini
tangan terkepal pecahkan kaca sepenggal
menjadi buyar
menjadi pudar
itukah terbaik yang kau bisa
itukah kata hatimu
jujur saja..
jujur saja padaku..
terdengar di sana
hatimu berkata tidak
begitu ingin kau membelai
setulus hati sepenuh cinta..

TAUBAT KU....

Terkadang aku merasa lelah

Dan terkadang aku merasa sangat dahaga

Kehidupan yang salalu menuntunku

Dalam pekerjaan yang tak ada nilainya

Jika hamparan langit aku jadikan alas

Jika awan putih aku jadikan tangga

Sungguh aku masih jauh

Jauh dalam dekapan kasih sayang-Mu

Terlalu hina untuk ku di syurga

Tak kuasa aku menahan pedihnya neraka

Tuhan..

Tunjukkan aku jalan yang penuh dengan cahaya

Jauhkan aku dari jalan kemunafikan

Tunjukkan aku jalan yang sabar

Jauhkan aku dari jalan kebiadaban

Sesungguhnya aku tak mampu memandang

Nur-Mu yang suci nan anggun

Kerindukan Engkau, Ya Rasul

Kurindukan kasih sayang-Mu, Ya Allah..

Aku tak kuasa menahan nafsu

Sungguh aku tak kuasa di jerat nafsu

Hembuskan dadaku

Percikkan wajahku dengan hujan kasih sayang-Mu

Aku hina..

Aku kotor..

Aku zalimi Engkau, Ya Rabb…

Masih adakah setitik cahaya untukku?

Masih adakah sebersik kebaikan di dadaku?

Masih adakah jalan untukku bertaubat?

Ya Rabb

Aku tak inginkan cahaya bulan

Aku tak inginkan indahnya cahaya bintang

Hantarkan aku ke dalam kegelapan

Tetapi aku mendapatkan cahaya lilin dari-Mu

Cahaya yang dapat membawa aku ke dalam benderangnya mentari..

Next Post Back to Top
Tampilkan postingan dengan label DUNIA PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DUNIA PUISI. Tampilkan semua postingan

15 Mei 2009

DO’A UNTUK BIDADARI

Untuk Suami (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Laki-laki)

Pernikahan atau perkawinan, Menyingkap tabir rahasia.
Istri yang kamu nikahi, Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah, Pun tidak setabah Fatimah.
Justru Istri hanyalah wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita, Menjadi solehah…

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Istri menjadi tanah, kamu langit penaungnya,
Istri ladang tanaman, kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan, kamu gembalanya,
Istri adalah murid, kamu mursyidnya,
Istri bagaikan anak kecil, kamu tempat bermanjanya.

Saat Istri menjadi madu, kamu teguklah sepuasnya,
Seketika Istri menjadi racun, kamulah penawar bisanya,
Seandainya Istri tulang yang bengkok, berhatilah meluruskannya.

Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita perlunya iman dan taqwa.
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki Isteri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi soleh…

Untuk Istri (Sebuah Syair Renungan Singkat Bagi Wanita)

Pernikahan atau perkawinan, Membuka tabir rahasia.
Suami yang menikahi kamu, Tidaklah semulia Muhammad saw.,
Tidaklah setaqwa Ibrahim, Pun tidak setabah Ayyub,
Atau pun segagah Musa, Apalagi setampan Yusuf.
Justru suamimu hanyalah pria akhir zaman,Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang soleh …….

Pernikahan atau perkawinan, Mengajar kita kewajiban bersama.
Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal, kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,kamu adalah penuntun kenakalannya,
Saat Suami menjadi raja, kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika Suami menjadi bisa, kamulah penawar obatnya,
Seandainya Suami masinis yang lancang,sabarlah memperingatkannya. .

Pernikahan ataupun Perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan takwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah Swt.,
Karena memiliki suami yang tak segagah mana,
Justru Kamu akan tersentak dari alpa,

Kamu bukanlah Khadijah,yang begitu sempurna di dalam menjaga,
Pun bukanlah Hajar, yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman, Yang berusaha menjadi solehah…..

14 April 2009

Caramu Mencintaiku


mawar

sering kali aku merasa kau tidak mencintaiku
kadang aku merasa tidak berarti bagimu
sering kali kau mengacuhkan aku
dan menghilang berhari-hari tanpa mengabariku

keketusanmu kadang bisa sangat menyebalkan
kegaranganmu terkadang membuatku tak nyaman
kesibukanmu kadang membuatku terabaikan
dan kemisteriusanmu sangat mengesalkan

jadi, aku diam dan berfikir…
apa yang membuatku mencintaimu?

mungkin karena keindahan jiwamu
aku belajar menjadi bijak darimu
atau mungkin karena kebaikan hatimu
karena kau tak ingin menyakiti orang lain

yang pasti, karena caramu tersenyum
caramu tertawa sampai bahumu bergetar
caramu menatapku dengan kelembutan yang dalam
caramu membiarkanku bersandar pada dadamu yang bidang
dan menjaga agar kepalaku tetap diposisi yang nyaman

caramu selalu membiarkanku menang untuk hal-hal kecil
caramu bersikeras menang untuk hal-hal yang lebih besar
caramu memegang tanganku dan membuatku merasa aman
caramu melindungiku dan sabar meredakan aku dalam kemarahan

caramu mengalah tapi lalu membuatku merasa bersalah
caramu berkata tegas dalam kalimat yang lugas
caramu memelukku, membuatku merasa sangat kecil
caramu menciumku, salah satu keajaiban di duniaku…

caramu mencintaiku, itulah yang membuat aku mencintaimu
hal-hal kecil yang kau lakukan, namun sangat berarti bagiku

24 Maret 2009

Hidup akan terus berjalan

kenapa harus menangis selama masih bisa tersenyum?
kenapa harus airmata yang keluar saat sedih mulai menyapa?

Lihatlah keluar,
di sana masih banyak yang lebih susah darimu
lihat mereka,
pikirkanlah, sebelum kamu bersedih
selalu bersyukur dengan apa yang kita dapatkan

hidup untuk dijalani, bukan untuk diratapi
sejenak merasa sedih adalah lumrah, tapi jangan berkelanjutan
masih panjang jalan yang harus ditempuh
tidak cukup sampai di sini

ayo bangkitkan semangat, kejarlah impian
berlari seiring berjalannya waktu
pompa terus semangat, kuatkan hati
tetap istiqomah di jalan-Nya

23 Maret 2009

Goresan Kosong

Aku terus menulis…
Goreskan semua rasa dan asa…
Harapkan sebuah kepuasan,
harapkan sebuah makna, tapi tak kutemukan semua…

Lagi-lagi aku hanya menulis sebuah kekosongan,
kosong yang membuat hati tersesak perih…

Aku yang selalu merasa kosong
tak mampu mengungkap rasa
selalu diam menghadapi semua

Terlalu lama kutipu diri…
Tak pernah tahu ke mana harus melangkah,
tapi aku terus saja berjalan
Tak pernah tahu siapa diri ini, apa diri ini,
hanya menutupi dengan topeng sampai aku tak mengenalinya
Apakah ini hidup?
Akankah selalu penuh dengan kepalsuan?

Hidupku selalu penuh dengan tanya
Tanya tentang makna
Tanya tentang cinta
Bahkan tentang diriku yang tak pernah kukenal

Dunia hanyalah tipuan
Tak pernah menemukan sebuah ketenangan sejati
Di tengah ramai ataupun sepi

Satu Nafas Terakhir

Jika semua ini memang harus terjadi
Terjadilah….
Aku bukanlah siapa-siapa dan aku bukanlah segalanya
Kehidupan ini bagiku hanyalah kesia-siaan

Biarkan aku pergi…
Biarkan aku meninggalkan penderitaanku
Aku hanya ingin beristirahat
dan mencari secercah ketenangan

Mungkin langkahku harus terhenti sampai di sini
Karena ku tak tau kemana lagi harus melangkah
Duniaku begitu gelap, tiada terang yang menyinari

Selamat tinggal kehidupanku
Selamat tinggal cintaku
Selamat tinggal harapanku
Selamat tinggal jiwaku
Aku pergi…

‘Maafkan aku Tuhan…’

Hancur

awan…
apa kau tahu?
aku di sini sedang menanti
sebuah jendela yang mungkin akan terbuka
bersama hantaman angin

awan….
maukah kau tahu?
sejenak ku tak tahu
dan terus terpaku dalam ragu
sampai aku benar-benar sadar
dihantam angin

sakit…
tanpa terasa ku mulai menggigit bibirku sendiri
aku kecewa!!!
angin memang berhasil membuka jendela hatinya
tapi tak semudah itu
tak semudah itu untuk menerima
hembusan lembut yang angin berikan untuknya terlalu dingin katanya

apa kau pernah merasa awan??
hancur untuk meredam
tangis untuk tertawa
terlalu berat…
terlalu tragis…
dan aku hanya menangis bersama awan………

Tawanan Hati

Rasa ini kian lama kian mengindah
Membuat segalanya terasa seperti gula
Kehadiranmu membawa sebongkah harapan
Harapan yang s’lalu buatku bermimpi

Apakah kau pangeran yang ada dalam mimpi indahku?
Dan akankah aku menjadi ratu di hatimu?
Ataukah semua itu hanya semu…
Semu yang membayang dalam cermin harapan yang sebenarnya tak bisa tergapai

Yakinkan hatiku bahwa kau hanya milikku
Buatlah diriku slalu menjadi pemujamu
Jangan pernah kau lepaskan aku dan biarkan aku terbang jauh menghinggapi cinta yang lain…
Karena aku…
Adalah tawanan hatimu…

Kabut

Aku bingung maunya hati ini
Sebentar rindu ingin bertemu
Sebentar benci dilanda api cemburu
Yang terbayang hanya raut wajahnya
Yang terbersit hanyalah senyum manisnya
Tertawa bersamanya bagaikan surga
Bertengkar dengannya membuatku sengsara


Tuhan bagaimanakah bisa kuhapus cinta ini

Hilangkan bagai debu tertiup angin

Bila tak dapat kau hapus
Ubah saja rasa di hati ini
Aku hanya ingin menggapnya sebagai kabut
Kabut yang tak terlihat
dan tak berarti untukk

Waktu

waktu membawaku berlari begitu cepat
menarik erat tubuhku,
memaksaku untuk tetap menatap ke depan

masa lalu,
ingin aku menolehnya sebentar saja
sekedar untuk menghilangkan dahaga kerinduanku
akan masa-masa indah
saat aku masih memiliki cinta

saat ini sepertinya aku mati
rasaku hilang entah kemana
duka. .
bahagia. .
apapun namanya, semua bagiku sama
tak ada lagi indah yang dulu selalu membuatku tersenyum

ingin aku mengembalikan semuanya
jika aku mampu,
aku ingin kembali ke masa itu
di mana ada senyum dan tawa
yang menghiasi hari-hariku

dua puluh satu tahun lebih aku menghirup nafas gratis
menikmati apa-apa yang diberikan-Nya padaku
segala kenikmatan yang tak mungkin untuk didustakan
itulah nikmat Tuhan

Saat ini aku ingin rasaku kembali
agar aku merasa hidup lagi
aku ingin hatiku utuh lagi

Jika

Aku tertatih lagi malam ini.
Aku merunduk lagi malam ini.
Lalu tersudut di bilik kesepian.

Andaikan saja dulu kita tak pernah bertemu.
Takkan pernah ada kerinduan menyelimuti jiwaku di bilik ini.
Andaikan saja dulu tak kau sentuh hatiku,
Takkan terisi kekosongan hatiku oleh bayanganmu.

Meski aku keluar dari bilik ini
Aku bagaikan kapas yang tertiup angin…
Melayang jauh hati di padang kesunyian.
Beribu-ribu benang kerinduan tersulam,
tak satupun juga kain sua dibentangkan.
Langkahku payah…
hingga tak mampu kau kupapah..

Itulah aku

Pagiku sirna terhempas di atas bebatuan tajam
Siang yang menjelang tak mampu membuat hangat tubuhku yang kedinginan di dalam peraduan.
Banyak pesan ku kirimkan untukmu, wahai Rajaku seorang.

Itulah Aku
Bukan untuk menghindari etika itu.

Itulah perasanku…
Karena suara hati tak pernah menipu

Itulah isi hatiku…
Karena bicara kadang membuat lidah kelu.

Itulah kerinduanku…
Karena Aku tak mungkin mendapatkan tempat memenuhi hatimu.

Itulah kesahku…
Karena Engkau adalah pilihan hatiku.
Aku takkan berharap banyak darimu untuk memilikimu,
karena cinta tak harus memiliki

Itulah Aku..
Seorang manusia bodoh yang bermimpi menggapai matahari
Terbakar saat menyentuh api kecilnya

Itulah Aku..
Manusia terlemah yang bermimpi terbang ke langit biru
Pecah berkeping terjatuh saat mendekap awannya

Itulah Aku…
Seorang hamba yang merindukan seorang raja berada di sisinya

Itulah Aku…
Yang selalu mencintaimu sepanjang hidupku

Itulah Aku…
Tak akan pernah membencimu meski Kau acuhkan Aku

Itulah Aku…
Tak akan marah meski akhirnya Kau membenciku

Itulah Aku…
Yang ada di ruang hatiku hanyalah ada cinta dan rindu

Jujur Saja

aku ditampar terkapar semua pudar
yang berakar menjadi besar bayangan tergambar
kebencian takkan usai di sini
tangan terkepal pecahkan kaca sepenggal
menjadi buyar
menjadi pudar
itukah terbaik yang kau bisa
itukah kata hatimu
jujur saja..
jujur saja padaku..
terdengar di sana
hatimu berkata tidak
begitu ingin kau membelai
setulus hati sepenuh cinta..

TAUBAT KU....

Terkadang aku merasa lelah

Dan terkadang aku merasa sangat dahaga

Kehidupan yang salalu menuntunku

Dalam pekerjaan yang tak ada nilainya

Jika hamparan langit aku jadikan alas

Jika awan putih aku jadikan tangga

Sungguh aku masih jauh

Jauh dalam dekapan kasih sayang-Mu

Terlalu hina untuk ku di syurga

Tak kuasa aku menahan pedihnya neraka

Tuhan..

Tunjukkan aku jalan yang penuh dengan cahaya

Jauhkan aku dari jalan kemunafikan

Tunjukkan aku jalan yang sabar

Jauhkan aku dari jalan kebiadaban

Sesungguhnya aku tak mampu memandang

Nur-Mu yang suci nan anggun

Kerindukan Engkau, Ya Rasul

Kurindukan kasih sayang-Mu, Ya Allah..

Aku tak kuasa menahan nafsu

Sungguh aku tak kuasa di jerat nafsu

Hembuskan dadaku

Percikkan wajahku dengan hujan kasih sayang-Mu

Aku hina..

Aku kotor..

Aku zalimi Engkau, Ya Rabb…

Masih adakah setitik cahaya untukku?

Masih adakah sebersik kebaikan di dadaku?

Masih adakah jalan untukku bertaubat?

Ya Rabb

Aku tak inginkan cahaya bulan

Aku tak inginkan indahnya cahaya bintang

Hantarkan aku ke dalam kegelapan

Tetapi aku mendapatkan cahaya lilin dari-Mu

Cahaya yang dapat membawa aku ke dalam benderangnya mentari..